Tata Cara dan Doa Sholat Jenazah

 

Yang namanya kematian pasti akan terjadi pada setiap yang bernyawa hanya tinggal menunggu gilirannya saja. Dan salah satu kewajiban orang yang masih hidup terhadap orang mati adalah mensholatkan dan mendoakan si mayat.

Oleh karena itu, dalam kesempatan kali ini akan coba membahas tentang tata cara dan doa sholat jenazah sebagai berikut.

Tata Cara Sholat Jenazah

Berdasarkan petunjuk-petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tata cara sholat jenazah adalah sebagai berikut ini :

  • Ikhlas Karena Allah

Hal ini berdasarkan kepada sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :

“Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan.” (HR. Bukhari).

  • Lebih Utama Dilakukan Berjamaah dan makmum hendaklah dibagi menjadi 3 baris.

Dari Malik bin Hubarah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Tidaklah seorang mukmin yang meninggal lalu ada sekelompok orang yang mensholatinya sampai tiga shaf kecuali pasti dia ampuni.” (Martsad bin Abdullah Al Yazani Radhiyallahu ‘anhu) berkata; jika keluarga jenazah sedikit, Mailk bin Hubarah tetap menjaga agar bisa dijadikan tiga shaf. (HR. Ahmad).

  • Hendaklah imam berdiri pada arah kepala mayat pria dan pada arah pusar wanita. Hal ini didasarkan pada hadits berikut ini :

Telah mengabarkan kepada kami Abu Ghalib Al-Khayyat berkata, saya melihat Anas menyolati jenazah seorang laki-laki, maka belia berdiri di dekat kepalanya. Setelah jenazah itu diangkat, datang lagi jenazah wanita dari Quaraisy atau dari anshar, dan ia diberitahu, wahai Abu Hamzah, ini adalah jenazah wanita fulanah binti fulan, sholatkanlah! Lalu beliau berdiri di dekat pusarnya. Diantara kami saat itu ada al-‘Ala’ bin Ziyad Al-‘Adawi. Tatkala ‘Ala’ bin Ziyad melihat perbedaan letak berdiri Anas Radhiyallahu ‘anhu antara jenazah laki-laki dan wanita, ‘Ala’ bertanya, wahai Abu Hamzah, begitukah cara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri saat menyolatkan jenazah, yaitu seperti yang anda lakukan” (Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu) menjawab ‘iya’. Abu Ghalib Khayyat berkata, lalu ‘Ala’ menoleh kami dan mengatakan, jagalah!. (HR. Ahmad).

  • Dilakukan dengan berdiri tanpa ruku’, tanpa sujud dan tanpa duduk. Tetapi cukup dengan bertakbir sebanyak empat kali saja, termasuk takbiratul ihram. Hal ini didasarkan pada hadits berikut :

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengumumkan kematian An-Najasyi, kemudian beliau maju dan membuat barisan shaf di belakangnya. Beliau lalu takbir empat kali. (HR. Bukhari).

  • Setiap takbir dilakukan dengan mengangkat tangan. Hal ini didasarkan pada hadits riwayat yang disandarkan kepada Ibnu Umar :

Dari Nafi’ dari Ibnu Umar bahwasanya beliau mengangkat kedua tangannya dalam setiap takbir pada sholat jenazah. (HR. Baihaqi).

  • Setelah takbiratul ihram hendaklah dilanjutkan dengan membaca surat al-fatihah dan membaca sholawat atas Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini berdasarkan pada hadits :

“Sungguh menurut sunnah dalam menyolatkan jenazah adalah hendaklah seseorang membaca surat al fatihah dan membaca sholawat atas Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu dengan ikhlas mendoakan bagi mayit sampai selesai dan ia tidak membaca kecuali sekali kemudian salam” (HR. Ibnul Jarud di dalam kitab al-Muntaqo”) al-Hafidz berkata : para perawi hadits ini tersebut di dalam kitab Bukhari dan Muslim.

  • Bacaan doa diucapkan dengan suara lembut, sebagaimana diterangkan dalam hadits :

Dari Umamah, dia berkata: “Sesungguhnya sunnah di dalam sholat jenazah ialah membaca al-fatihah pada takbir pertama dengan suara lembut kemudian bertakbir 3 kali dan salam di akhir sholat” (HR. an-Nasa’i).

  • Setelah takbir yang kedua, ketiga dan keempat, dilanjutkan dengan berdoa kepada Allah secara ikhlas untuk si mayit. Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Apabila kalian mensholatkan mayit, maka ikhlaskan doa untuknya.” (HR. Abu Dawud).

Doa Sholat Jenazah

Ada beberapa doa yang dibaca di dalam sholat jenazah yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, salah satunya adalah :

Riwayat Imam Muslim dan an-Nasa’i

“Ya Allah, ampunilah dia (mayat) berilah rahmat kepadanya, maafkanlah dia dan selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), dan tempatkanlah di tempat yang mulia (surga), luaskanlah kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkn dia dari segala keselahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau istri di surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), jagalah dia dari siksa kubur dan neraka lindungilah dia dari siksa kubur atau siksa api neraka.”