Solusi Punya Momongan Dengan Bayi Tabung

 

Lahirnya seorang anak merupakan dambaan bagi setiap pasangan yang telah menikah. Kehadiran dari seorang anak juga adalah hal yang sering dinantikan. Arti kehadiran seorang anak sangatlah besar di dalam sebuah keluarga. Namun, tidak semua pasangan menikah dapat memiliki keturunan. Salah satunya ialah bisa jadi karena infertilitas atau ketidaksuburan. Secara medis menurut aucky hinting infertilitas terbagi menjadi 2 jenis. Yang pertama ialah infertilitas primer yakni suatu kondisi dimana pasangan suami istri masih belum mampu untuk memiliki anak meskipun telah melakukan hubungan seksual 2-3 kali seminggu di dalam kurun waktu 1 tahun tanpa memakai alat kontrasepsi. Yang kedua ialah infertilitas sekunder yaitu suatu keadaan dimana pasangan suami istri sudah pernah mempunyai anak sebelumnya, namun selanjutnya belum bisa mempunyai anak lagi setelah 1 tahun berhubungan seksual. Agar dapat menanggulangi masalah infertilitas ini, terdapat berbagai macam obat-obatan khusus yang bisa mengatasinya.

Tapi, jika dirasa obat-obatan saja masih belum mampu untuk membantu pasangan mempunyai buah hati, ada suatu program yang sudah canggih yang dapat membantu pasangan untuk mendapatkan keturunan. Teknologi tersebut ialah ICSI atau Intra Cytoplasmic Injection dan Bayi Tabung. Dari banyaknya teknik yang ada di kedokteran, teknologi bantuan reproduksi bayi tabung merupakan salah satu teknik yang hingga saat ini paling sering digunakan. Program bayi tabung ini juga cukup efektif dalam menghasilkan keturunan untuk pasangan suami istri yang tidak atau belum memiliki anak. Istilah dari “bayi tabung” sebenarnya hanya dikenal di kalangan masyarakat pada umumnya, namun jika di dunia kedokteran bayi tabung dikenal dengan istilah Fertilisasi In Vitro yang memiliki arti proses pembuahan sel telur wanita oleh sperma. Proses bayi tabung ini terjadi di luar tubuh. Pada bayi tabung, nantinya sel telur yang matang yang dihasilkan oleh sistem reproduksi sang istri selanjutnya akan dipertemukan dengan sperma sang suami di dalam suatu wadah yang berisi cairan khusus di laboratorium. Sel telur dan sel sperma direndam dengan cairan yang serupa dengan cairan yang terdapat pada tuba wanita, hal ini bertujuan untuk membuat suasana pertemuan diantara sel telur dan sel sperma menjadi senormal mungkin. Sehingga, keaktifan gerak sel sperma dan kondisi optimal sel telur bisa tetap terjaga.

Namun sebelum mencoba untuk melakukan prosedur bayi tabung, akan lebih baik untuk mengetahui terlebih dulu beberapa fakta tentang bayi tabung. Bayi tabung, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, merupakan serangkaian prosedur kompleks yang digunakan di dalam dunia medis untuk dapat membantu kesuburan pasangan suami istri serta untuk mencegah masalah genetik dan bisa juga untuk dapat membantu konsepsi anak. Saat melakukan prosedur bayi tabung, sel telur yang matang kemudian akan dikumpulkan dari ovarium lalu dibuahi oleh sperma di dalam laboratorium. Selanjutnya, sel telur yang sudah dibuahi akan dipindahkan ke dalam rahim sang istri. Satu siklus IVF ini akan membutuhkan waktu setidaknya sekitar tiga minggu lamanya. Namun kadang-kadang, langkah-langkah tersebut dibagi menjadi beberapa bagian serta prosesnya juga dapat memakan waktu yang lebih lama. Bisa dibilang jika IVF merupakan suatu bentuk yang paling efektif dari berbagai macam teknologi reproduksi yang lain. Prosedurnya juga dapat dilakukan dengan memakai sel telur dari calon Ibu itu sendiri dengan sperma pasangannya.

 Tidak hanya itu saja, IVF juga memungkinkan untuk melibatkan sel telur, sel sperma, maupun embrio dari donor orang lain yang dikenal maupun yang tidak dikenal.  Untuk peluang mendapatkan bayi yang sehat dengan menggunakan IVF ini sebenarnya bergantung pada cukup banyak faktor, misalnya saja seperti usia serta penyebab dari infertilitas itu sendiri. Dan juga, IVF bisa saja memakan waktu yang lama, dan biayanya juga sangat mahal, serta invasif. Tidak hanya itu saja, jika ada lebih dari satu embrio yang dipindahkan ke dalam rahim sang Ibu, maka prosedur ini nantinya akan dapat menyebabkan kehamilan ganda atau hamil kembar, selain itu memungkinkan si bayi akan terlahir prematur dan berat badan saat lahir rendah, hingga bahkan keguguran. Oleh karena itu, sebelum menjalani prosedur bayi tabung, pastikan anda siap secara mental dan ekonomi agar prosedurnya bisa berjalan dengan lancar.