Penyebab Keputihan Berlebihan yang Perlu di Waspadai

Pada dasarnya keputihan banyak maka bisa jadi pertanda adanya gangguan kesehatan. Jika Anda mengalami permasalahan tersebut. Segera berkonsultasi langsung secara online dengan dokter secara online dengan cara download di sini.

Namun sebelum cari tahu apa penyebab keputihan banyak, Anda perlu tahu dulu arti dari keputihan itu sendiri. Simak uraian berikut ini !

Pengertian Keputihan

Keputihan diartikan sebagai sebutan untuk cairan yang keluar dari vagina alias miss v. Kebanyakan wanita memproduksi keputihan secara normal setiap harinya. Cairan vagina yang normal atau fisiologis memiliki karakteristik berwarna jernih atau putih, serta disertai dengan sedikit bau atau tidak ada bau sama sekali.

Keputihan adalah suatu proses alami tubuh, dimana cairan vagina yang normal akan melindungi miss v dari kekeringan, memberikan lubrikasi saat berhubungan seks, serta membantu mencegah infeksi miss v dan infeksi saluran kemih.

Penyebab Keputihan Banyak

Ada banyak hal yang menjadi penyebab keputihan banyak. Kondisi jumlah cairan vagina yang banyak ini bisa terjadi saat kondisi keputihan normal maupun saat mengalami keputihan abnormal.

Keputihan Banyak Saat Kondisi Normal

Keputihan yang dialami antar satu perempuan dengan perempuan lainnya bervariasi dari segi jumlah, konsistensi, dan warnanya. Selain itu cairan vagina juga dipengaruhi haid, penggunaan kontrasepsi, dan menopause.

Jumlah cairan vagina atau keputihan bisa menjadi lebih banyak ketika masa subur, hamil, menyusui, dan juga ketika wanita terangsang secara seksual. Sementara ketika menopause justru sebaliknya, dimana cairan vagina atau keputihan akan menjadi lebih sedikit sehingga vagina bisa mengalami kekeringan.

Sebagian besar wanita saat masa subur akan mengalami keputihan yang banyak. Terjadinya kondisi tersebut akibat perubahan hormonal tubuh yang dipengaruhi hormon estrogen dan progesterone. Dibawah ini penjelasan tentang keputihan ketika siklus menstruasi :

  • Hari ke 1 hingga 5 : Ketika menstruasi mungkin keputihan yang muncul sedikit sekali.
  • Hari ke 6 hingga 8 : Akan menurunnya jumlah hormon estrogen didalam tubuh yang mengakibatkan cairan vagina menjadi lebih kental, berwarna putih, dan mungkin masih disertai sedikit darah sisa menstruasi.
  • Hari ke 9 hingga 12 : Akan meningkatnya jumlah estrogen didalam tubuh saat menuju masa subur. Cairan vagina jumlahnya bertambah banyak dan teksturnya menjadi creamy seperti losion.
  • Hari ke 13 hingga 14 : Ketika masuk ovulasi atau masa subur. Cairan yang keluar dari miss v akan mirip dengan putih telur yakni jernih, licin, lengket, dan banyak jumlahnya. Hal itu bertujuan untuk membantu sperma bisa bertemu sel telur dengan mudah.
  • Hari ke 15 hingga 28 : Akan meningkatnya hormon progesterone yang mengakibatkan cairan vagina kembali menjadi kental dan lama – kelamaan akan semakin sedikit, kemudian perlahan – lahan menghilang.

Perlu Anda ingat bahwa cairan vagina yang hanya disebabkan oleh masa subur tidak akan disertai dengan keluhan – keluhan seperti bau yang tak sedap, warna berubah, maupun rasa gatal.

Keputihan Banyak Saat Kondisi Abnormal

Meskipun keputihan sejatinya merupakan hal yang normal, namun pada beberapa kondisi keluarnya cairan dari vagina bisa menjadi tanda adanya gangguan atau infeksi alias keputihan patologis.

Tanda – tanda Anda mengalami infeksi atau gangguan kesehatan lainnya adalah keputihan yang banyak, perubahan warna atau konsistensi, diserta bau tak sedap, gatal, nyeri panggul, nyeri ketika berhubungan seks, dan nyeri ketika buang air kecil.

Jika mengalami kondisi ini, segera konsultasikan ke dokter spesialis kandungan agar mendapatkan penangangan yang tepat. Dibawah ini akan dijelaskan beberapa penyebab keputihan yang banyak ketika terjadi kondisi keputihan abnormal.

1.     Infeksi Menular Seksual

Penyebab keputihan banyak yang pertama adalah karena infeksi gonore atau klamidia. Infeksi ini bisa terjadi jika melakukan hubungan seksual tanpa pengamanan dengan pasangan yang sudah terinfeksi, terutama jika memiliki riwayat sering gonta – ganti pasangan seks.

Gejalanya adalah keputihan banyak yang disertai bau amis atau menyengat, serta rasa gatal dan sensasi terbakar di vagina. Infeksi ini butuh penanganan dengan menggunakan obat antibiotik.

2.     Infeksi Jamur

Adanya jamur yang tumbuh di vagina akan menyebabkan infeksi jamur dengan gejala seperti cairan vagina berwarna putih susu yang banyak dan menggumpal – gumpal. Infeksi ini butuh penanganan dengan menggunakan obat anti jamur.

3.     Penggunaan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)

Sesuai namanya, Alat Kontrasepsi Dalam Rahim atau disingkat AKDR adalah alat kontrasepsi yang langsung dimasukkan kedalam rahim. Terkadang penggunaan AKDR ini akan mengakibatkan keluarnya cairan vagina yang banyak. Hal itu dikarenakan adanya respons tubuh terhadap benda asing yang masuk. Namun, Anda tidak perlu khawatir selama keputihan yang dialami tidak disertai bau, warna tidak berubah, dan tidak nyeri panggul atau gatal.

4.     Alergi

Penggunaan sabun pembersih vagina, pelumas, kondom, dan lain sebagainya mengakibatkan sebagian wanita mengalami alergi pada area miss v. Jika Anda juga mengalaminya, maka bisa muncul juga keputihan yang banyak sebagai respons dari tubuh.

Karena itu, hentikan penggunaan alat – alat tersebut jika Anda mengalami tanda alergi di vagina dan segera kunjungi dokter.

Sebenarnya, Anda tidak perlu panik jika mengalami keputihan yang banyak karena pada dasarnya hal ini normal terjadi. Meski demikian, Anda harus segera kunjungi dokter jika keputihan yang banyak ini disertai dengan perubahan warna dan konsistensi, bau, gatal atau rasa seperti terbakar, dan nyeri.