Peluang Ekspor ke Jepang yang Patut Dicoba Pengusaha Muda

Perkembangan dunia ekspor dan impor barang Indonesia tak bisa dipungkiri lagi selalu merangsak naik setiap tahunnya. Tentu saja ini sebagai sinyal hijau bahwa Indonesia sudah mulai beraksi di pasar internasional. Perkembangan ini tidak lain juga disinyalir karena semakin naiknya kebutuhan konsumen akan produk yang dikeluarkan.

Dikaui atau tidak, Indonesia merupakan salah satu negara yang paling besar mengekspor ke Jepang berupa sawit dan udang. Pada pertengahan tahun lalu, terjalin pertemuan antara menteri Indonesia dan Jepang yang menangani perdagangan. Pertemuan itu tidak lain membahas relasi kerjasama guna meningkatkan kerjasama ekspor maupun impor dan juga investasi.

Sebagai generasi penerus, seharusnya kita bisa mengambil dan memanfaatkan peluang tersebut untuk turut andil di perdagangan internasional. Motivasinya, jangan hanya ingin menjadi penonton ataupun penikmat produk saja, tapi bermainlah sebagai pelaku utama di dalam pusaran itu. Tentu saja, biaya ekspor barang ke luar negeri hanya akan terlihat kecil bila disandingkan dengan keuntungan yang diperoleh.

Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam, menyimpan banyak potensi yang bisa Anda ekspresikan sebagai komoditi ekspor ke Jepang. Nah, pada artikel ini kami akan paparkan beberapa data serta peluang yang bisa Anda ambil untuk ekspor ke negeri sakura ini.

Peluang Ekspor ke Jepang

Anda perlu tahu, bahwa Jepang mempunyai tiga sektor utama yang paling digemari para pengekspor. Tiga sektor yang dimaksud, ialah seksor pertanian, sektor perindustrian, dan sektor perikanan. Bahkan bisa dikatakan, ekspor yang dilakukan oleh Indonesia pada ketiga bidang tersebut turut menggerakkan kehidupan dan perekonomian di Jepang.

Pada sektor perindustrian, Indonesia kerapkali mengekspor komoditas yang berupa peralatan semikonduktor, baja, besi, dan peralatan manufaktur lainnya. Ini menjadi fakta menarik, bahwa dibalik kemajuan teknologi di Jepang, Indonesia turut andil di dalamnya.

Sedangkan pada sektor pertanian, hasil-hasil pertanian yang berpeluang diekspor ke Jepang ialah kacang, jagung, teh, kopi, kentang, beras, kedelai, dan lainnya. Karena kondisi cuaca di Jepang yang luamayan dingin, maka pertanian negara tropis menjadi komoditas yang sangat potensial. Begitu juga hasil perikanan seperti kepiting, makarel, udang, dan lain sebagainya yang meningkat pendistribusiannya dari tahun ke tahun.

Komoditas Lain

Selain hasil perikanan yang berupa makanan mentah, ternyata ekspor ke Jepang juga telah menjangkau hasil olahan makanan. Udang misalnya, hal mana ikan jenis satu ini tidak hanya diekspor dalam kondisi hidup. Banyak petani udang yang menjadikannya udang kering. Dengan teknik ini udang menjadi awet dan rasanya kian gurih, sehingga semakin menambah cita rasa untuk masyarakat Jepang.

Selain udang, ikan-ikan dari laut Indonesia biasanya diolah terlebih dahulu menjadi makanan beku, atau yang biasa dikenal froozen food sebelum dikirim ke Jepang. Bahkan kabarnya, salah satu makanan khas Palembang, yaitu Pempem Ikan, telah menjangkau pasar ekspor ke Jepang yang selalu repeat order loh.

Nah mengingat pasar global yang semakin bebas, bagi generasi penerus atau pengusaha-pengusaha muda bisa melihat ini sebagai peluang besar bukan? Dibalik kekayaan alam di Indonesia, barang tentu anda bisa berkarya menciptakan sebuah produk yang diminati pasar internasional sehingga aktivitas ekspor menjadi meningkat.

Anda juga tidak perlu takut memulainya. Proses ekspor tidak sesulit impor barang kok. Apalagi ada jasa ekspor dari Kilo.id. prosesnya yang mudah, tentu akan membantu anda dalam melakukan dan mengembangkan bisnis ke kancah internasional.