Mengenal Sejarah Berdirinya Bali United

Jual Bali United Topi BU Pride Champions Indonesia|Shopee Indonesia
source gambar : shopee.co.id

Memang tidak bisa dipungkiri lagi bahwa aksesoris Bali United semakin banyak diminati. Tak hanya di daerah Bali, bahkan aksesoris dari tim bola berjuluk Laskar Tridatu ini pun cukup laris di luar daerah Bali.

Hal itu bukan tanpa alasan, karena saat ini Bali United merupakan salah satu tim sepak bola terbesar di Indonesia. Sehingga tak heran jika nama Bali United sudah tidak asing lagi di kancah persepakbolaan Indonesia.

Akan tetapi, tak sedikit dari masyarakat yang beranggapan bahwa Bali United ini adalah “tim siluman“. Pasalnya, dulu ada beberapa tim sepak bola kebanggaan masyarakat Bali seperti Persegi Bali, PS Badung, dan Perseden Denpasar.

Lantas, bagaimana sejarah berdirinya Bali United? Nah, biar kalian gak penasaran mending kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.

Asal Usul Bali United

Ketiga tim sepak bola asli Bali yang disebutkan tadi seolah tenggelam dan tergantikan oleh Bali United. Perlu diketahui, Bali United ini adalah hasil akuisisi dari klub asal Kalimantan Timur, yakni Persisam Putra Samarinda pada tahun 2014 silam lalu.

Pieter Tanuri pun menjadi actor utama di balk akuisisi Persisam Putra Samarinda menjadi Bali United. Padahal, sebelum Pieter sempat ingin membuat sebuah klub sepak bola di daerah Yogyakarta.

Namun, pada faktanya Pieter lebih memilih Bali sebagai home base yang kemudian membentuk Bali United di tanggal 15 Februari 2015. Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar ditunjuk sebagai kandang dari Bali United.

Tak membutuhkan waktu yang lama bagi Bali United untuk menarik perhatian seluruh masyarakat Bali. Pasalnya, Bali United dinilai mewakili nama Bali dalam mengarungi kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia.

Manajemen Bali United menunjuk Indra Sjafri sebagai pelatih ketika melakoni TSC 2016. Pada kompetisi yang berstatus tak resmi tersebut, pasukan Indra Sjafri hanya mampu menduduki peringkat ke-12 klasemen akhir.

Mengingat hasilnya tidak memuaskan, akhirnya manajemen Bali United mendepak Indra Sjafri dari kursi kepelatihan. Sebagai gantinya, Widodo C Putro pun telah resmi menangani tim Laskar Tridatu untuk mengarungi kompetisi 2017.

Penunjukkan Widodo C Putro sebagai pelatih Bali United benar-benar membuahkan hasil yang manis. Pasalnya, mereka berhasil finish di posisi runner-up alias peringkat ke-2 yang hanya kalah selisih gol dari Bhayangkara FC.

Sebenarnya Bali United sangat berpeluang untuk menjadi juara di Liga Indonesia. Akan tetapi, terdapat sebuah insiden kontroversial yang membuat Bhayangkara FC mendapatkan poin tambahan sehingga keluar sebagai juaranya.

Pasca kompetisi, tim Bali United terus berbenah untuk menyusun kekuatan yang baru. Hal itu terbukti, yang mana manajemen Bali United mendatangkan beberapa pemain berkelas seperti Ilja Spasojevic dan Stefano Lilipaly. Alhasil, Bali United pun menjelma menjadi salah satu tim sepak bola yang sangat disegani di Indonesia.

Mengingat akan hal itu, maka tak heran jika keberadaan Bali United semakin dicintai oleh seluruh masyarakat bali. Menurut informasi yang didapat, Bali United berhasil menaikan jumlah penonton pada setiap tahunnya.

Ketika mengarungi liga 1 2017 lalu, jumah penonton yang menyaksikan Bali United di kandangnya mencapai angka 243.918 orang. Jumlah tersebut pun terus mengalami peningkatan yang sangat signifikan di tahun 2018, yang mana jumlah penonton menembus angka 258.433 orang.

Tak hanya sampai disitu saja, memasuki Liga 1 tahun 2019 jumlah penonton Bali United mencapai 294.072 orang. untuk lebih mendukung tim favorit warga Bali. Bali united pun menyediakan baju bali United untuk bisa dimiliki oleh para fans Bali united yang tentunya bisa anda beli di official storenya.