Fumigasi Tepung Menggunakan Obat Kutu Tepung

 

 

 

Fumigasi tepung – obat kutu tepung – tepung yang disimpan di gudang bisa berpotensi mengalami kerusakan akibat kutu. Sama seperti komoditas lainnya seperti beras, tepung juga memiliki hama yaitu kutu tepung.

Gudang penyimpanan tepung seringkali mengalami kasus kerugian akibat kutu tepung. Kutu tepung dapat dikendalikan dengan melakukan fumigasi tepung menggunakan obat kutu tepung dalam pelaksanaannya.

Peran fumigasi pada gudang tepung

Fumigasi tepung dapat menjadi pengendalian yang sangat efektif terhadap kutu pada gudang tepung.

Proses fumigasi biasanya dilakukan oleh pihak ketiga yaitu perusahaan atau seorang profesional dalam mengendalikan hama.

Fumigasi tepung tidak hanya menghentikan pertumbuhan dari kutu tepung, melainkan juga membasmi seluruh telur atau bakal kutu yang akan muncul.

Fumigasi tepung juga akan menghemat biaya dan waktu dalam menghentikan kutu tepung secara tertarget dan cepat dibandingkan dengan cara pengendalian lainnya.

Selain itu, fumigasi tepung dengan menggunakan gas yang beracun dapat mematikan kutu tepung beserta telurnya yang masih bersembunyi di tempat-tempat yang tidak terjangkau.

Hal yang perlu diketahui seputar fumigasi tepung dan obat kutu tepung

Fumigasi tepung menggunakan obat kutu tepung yang mengandung gas yang beracun dan efektif selama beberapa waktu di udara untuk menghentikan pertumbuhan kutu tepung dan akhirnya mematikannya.

Obat kutu tepung yang digunakan untuk proses fumigasi tepung harus memiliki dosis yang tepat, sehingga dapat betul-betul membunuh kutu tepung.

Selain memperhatikan dosis obat kutu tepung yang digunakan pada saat fumigasi tepung, ada hal lain yang juga harus diperhatikan oleh pemilik gudang tepung yaitu konstruksi gedung penyimpanan tepung.

Gedung untuk menyimpan tepung yang terbuat dari bahan yang tahan gas akan memiliki tingkat keberhasilan fumigasi tepung yang semakin tinggi.

Cara untuk menghasilkan gedung yang kedap terhadap gas dapat dilakukan dengan cara menutup bagian-bagian yang menjadi celah seperti jendela, pintu, dan ventilasi gudang tepung.

Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan sebelum melakukan fumigasi tepung dengan menggunakan obat kutu tepung yaitu skala ruangan yang difumigasi.

Skala gudang akan menentukan perlakuan fumigasi tepung dan juga dosis obat kutu tepung yang digunakan.

Selain skala gudang, jenis obat kutu tepung yang digunakan juga harus diperhatikan. Obat kutu tepung yang berbentuk liquid atau cairan misalnya akan membutuhkan waktu fumigasi tepung yang lebih lama dibandingkan dengan obat kutu tepung yang berbentuk padat atau gas atau gas cair (liquid phosphine / fosfin cair) seperti FUMILIKUID 2 GA yang dapat membasmi hama kutu tepung sampai ke telur kutu hanya dalam waktu 20 jam saja selain memang peruntukannya komoditi pangan dan tidak membuat roti jadi sulit mengembang seperti fumigant lainnya yang berformulasi gas cair juga, karena obat kutu tepung yang berbentuk liquid harus menguap terlebih dahulu untuk bisa menjadi gas untuk fumigasi tepung.

Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan yaitu tata letak tepung di dalam gudang saat proses fumigasi tepung. Penataan karung-karung tepung yang terlalu berdempetan akan menyulitkan obat kutu tepung untuk menyebar dan menyentuh permukaan yang ingin difumigasi.

Selain jarak peletakan karung tepung, temperatur juga mempengaruhi keberhasilan fumigasi tepung. Pada temperatur yang lebih rendah, absorbsi terhadap obat kutu tepung akan meningkat. Sedangkan pada temperatur yang lebih tinggi, absorbsi terhadap obat kutu tepung lebih rendah sehingga fumigasi tepung tidak berjalan secara efektif.

Sebagai contoh, pada temperatur 59 derajat Fahrenheit, dosis obat kutu tepung yang diperlukan adalah 12,3 mgm/liter sedangkan pada suhu 95 derajat Fahrenheit, dosis obat kutu tepung yang diperlukan yaitu 2,4 mgm/liter.

Hal penting selanjutnya yaitu, tidak ada satupun obat kutu tepung yang bersifat aman untuk kesehatan. Obat kutu tepung yang berbentuk liquid seperti karbon disulfida, etilen diklorida, dan karbon tetraklorida memiliki efek menimbulkan rasa mengantuk hingga membuat pingsan, sehingga proses fumigasi tepung harus dikerjakan oleh hanya 2-3 orang saja untuk menghindari kecelakaan.