Energi Terbarukan, Apa dan Bagaimana?

Penggunaan bahan bakar fosil semakin hari tentu saja semakin membuat cadangan minyak dan gas menipis. Sehingga hal ini membuat banyak negara di dunia berlomba-lomba mencari solusi yang tepat untuk menghasilkan energi dengan jalan yang lebih baik. Salah satunya melalui energi terbarukan yang disebut jauh lebih ramah lingkungan dan lebih berlimpah.

Tentu saja banyak yang masih belum paham benar, seperti apa dan bagaimana energi terbarukan tersebut? Apa saja potensi energi terbarukan yang dapat dijadikan alternatif pengganti bahan bakar fosil, dan seperti apa teknologi di baliknya. Untuk membantu memberikan informasi mengenai hal tersebut, simak penjelasan yang ada dalam artikel ini lebih lanjut.

Tentang Energi Terbarukan

Jika ditanya mengenai energi, tentu saja semua orang sudah cukup paham apa yang dimaksud dengan energi. Namun jika ditanya lebih jauh tentang energi terbarukan, sering kali beberapa orang berpikir keras untuk menjabarkan hal yang satu ini. Ya, pemahaman tentang energi terbarukan memang belum merata di pikiran seluruh masyarakat dunia. Termasuk juga bagi sebagian besar masyarakat yang tinggal di Indonesia.

Selama ini rakyat Indonesia hanya mengenal beberapa sumber energi bahan bakar. Terutama yang banyak digunakan yaitu energi dari bahan bakar fosil seperti minyak dan gas. Sementara di sisi lain rupanya ada alternatif penghasil energi lainnya yang jauh lebih baik dan lebih ramah lingkungan. Yaitu yang disebut dengan energi terbarukan ini.

Energi terbarukan merupakan sumber energi yang berasal dari proses alam yang berkelanjutan. Jika dilansir dari Wikipedia, maka sumber energi terbarukan ini dapat berupa tenaga surya, arus air, panas bumi, tenaga angin, hingga proses biologi. Dimana konsep energi terbarukan ini mulai ditemukan sekitar tahun 1970 dan berlanjut dikembangkan hingga saat ini. Sehingga nantinya saat energi bahan bakar fosil tidak lagi mencukupi, maka ada alternatif lain yang bisa dijadikan pilihan untuk penghasil energi.

Contoh Energi Terbarukan

Seperti yang tertera di atas, bahwa energi terbarukan ini dapat meliputi banyak hal. Sayangnya, informasi mengenai masing-masing sumber energi terbarukan ini masih cukup minim bagi masyarakat Indonesia. Sehingga mengetahui apa saja contoh energi tersebut dan bagaimana mekanismenya merupakan informasi yang menarik untuk diikuti. Adapun berikut ini beberapa contoh energi terbarukan yang mulai diaplikasikan di berbagai tempat di Indonesia.

  •       Energi Panas Bumi

Contoh pertama yang mulai banyak digunakan di beberapa wilayah di Indonesia yaitu energi panas bumi. Saat ini pemerintah sedang mengupayakan pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi di beberapa wilayah di Indonesia. Salah satunya yang cukup banyak dikenal yaitu PLTP Salak, PLTP Sarulla, hingga PTLP Kamojang.

  •       Energi Surya

Contoh lain dari penggunaan energi terbarukan yaitu dengan jalan menggunakan energi surya. Pemerintah Indonesia saat ini juga berkomitmen untuk membangun beberapa pembangkit listrik tenaga surya di wilayah yang memadai. Salah satu lokasinya yaitu ada di Likupang, Minahasa maupun di Coca Cola Amatil, Cikarang.

  •       Tenaga Angin

Berikutnya contoh energi terbarukan juga bisa didapatkan dari penggunaan tenaga angin. Hal ini sudah lama menjadi wacana di banyak negara, demikian juga di Indonesia. Maka dari itu tidak heran jika terdapat beberapa lokasi pembangkit listrik tenaga angin di beberapa tempat. Seperti misalnya yang dapat ditemukan di Sukabumi hingga Jeneponto.

  •       Tenaga Air

Kemudian rupanya ada juga contoh energi terbarukan yang menggunakan tenaga air. Pembangkit listrik tenaga air rupanya juga bukan hal yang baru di Indonesia. Sebut saja beberapa PLTA ternama seperti yang berada di Kabupaten Toba Samosir maupun yang ada di Kabupaten Asahan. Keduanya berlokasi di Sumatera Utara dan mampu menghasilkan energi listrik mencapai 200 KWh.

  •       Biomassa

Rupanya untuk membantu menyediakan sumber energi terbarukan, biomassa adalah salah satunya. Penggunaan biomassa ini sudah mulai digunakan di Indonesia sebagai bahan bakar biodiesel yang dapat digunakan dalam proses pembakaran untuk menghasilkan berbagai macam energi. Bentuknya terdiri dari tiga macam, yaitu padat, cair, serta gas. Selain lebih mudah didapatkan karena berasal dari metabolisme hewan, sumber energi ini juga jauh lebih ramah lingkungan.

  •       Biogas

Terakhir sebagai contoh sumber energi terbarukan di tanah air saat ini, ada juga penggunaan biogas untuk kepentingan tersebut. Biogas sebenarnya merupakan bagian dari biomassa yang berupa dalam bentuk wujud gas sesuai namanya. Salah satu bentuk energi terbarukan biogas ini dapat diperoleh dari berbagai macam limbah industri. Mulai dari limbah industri kertas, limbah industri kelapa sawit, ataupun limbah industri gula ataupun limbah dari peternakan.

Teknologi Energi Terbarukan di Indonesia

Dalam menghasilkan energi dari sumber daya yang terbarukan tadi, tentu saja ada teknologi yang melatar belakangi hal tersebut. Sehingga di balik penggunaan energi terbarukan, ada teknologi yang mengupayakan terwujudnya hal tersebut. Misalnya teknologi yang digunakan untuk pembangkit listrik baik yang memakai tenaga panas bumi maupun tenaga surya. Diperlukan dukungan teknologi yang memadai untuk bisa mengolah sumber energi menjadi energi listrik yang dibutuhkan.

Maka dari itu tidak heran jika dari waktu ke waktu masih banyak penelitian serta pengembangan teknologi yang dilakukan pemerintah Indonesia. Supaya nantinya bisa mendukung konversi energi yang lebih efektif dan lebih efisien menggunakan energi terbarukan tadi. Sehingga nantinya proses konversi energi ini dapat berjalan lebih cepat dan lebih mudah.

Salah satu teknologi yang banyak menyita perhatian masyarakat di Indonesia yaitu teknologi bahan bakar dari biogas. Dimana sekarang ini tidak hanya pemerintah yang berupaya menciptakan sumber energi tersebut, namun banyak juga perusahaan yang menerapkan sistem ini pada industrinya. Bahkan tidak hanya itu saja, banyak juga rumah tangga yang mulai memanfaatkan biogas untuk berbagai sumber energi yang diperlukan. Sehingga skala penggunaan energi terbarukan yang satu ini rupanya sudah mulai cukup merata di tanah air.

Asian Agri Mendukung Penggunaan Energi Terbarukan

Dalam memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan energi terbarukan, rupanya Asian Agri sebagai perusahaan minyak kelapa sawit terbesar di Indonesia turut serta dalam hal tersebut. Dimana saat ini Asian Agri berkomitmen menggunakan teknologi yang tepat supaya dapat mengelola limbah kelapa sawit menjadi energi listrik untuk masyarakat di sekitarnya.

Maka dari itu tidak heran jika pada tahun 2017, Asian Agri berhasil memperoleh penghargaan dalam hal tersebut. Perusahaan ini berhasil meraih penghargaan Anugrah Energi Lestari 2017 yang diberikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan pada kala itu. Hal ini berkat komitmen Asian Agri dalam mendukung penggunaan energi terbarukan yang inovatif dan kreatif. Sehingga masyarakat sekitarnya mampu menikmati energi listrik dari proses pengelolaan limbah sawit yang dikelola dengan baik.

Hal ini sebenarnya merupakan salah satu poin dari tujuan utama Asian Agri 2030. Dimana perusahaan ini berusaha untuk menghasilkan nilai positif bagi seluruh pihak yang terlibat. Baik dari  segi  para petani sawit, hingga masyarakat sekitar. Secara keseluruhan terdapat empat pilar penting dalam hal ini, yaitu kemitraan dengan petani, pertumbuhan inklusif, iklim positif, hingga produksi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari upaya menciptakan iklim positif, maka Asian Agri berkomitmen 100% menggunakan energi terbarukan di seluruh operasional perusahaan. Sehingga tidak hanya mendukung penggunaan bahan bakar yang ramah lingkungan, namun juga memanfaatkan limbah perusahaan secara lebih optimal.

Energi Terbarukan Untuk Iklim Yang Positif

Energi terbarukan rupanya memang mampu menjadi solusi nyata yang efektif sebagai pengganti bahan bakar fosil yang terbatas. Oleh karena itu tentu saja ada baiknya jika perusahaan di Indonesia mulai bergerak menggunakan alternatif energi yang satu ini. Selain lebih mudah didapatkan, tentu saja jauh lebih aman dan lebih ramah lingkungan. Sehingga bukan hanya menghasilkan energi, namun juga membantu bumi untuk tetap lestari ke depannya.

Seperti halnya yang telah dilakukan oleh Asian Agri  di atas dalam mendukung penggunaan jenis energi yang satu ini. Tidak hanya menciptakan energi yang optimal untuk kebutuhan operasional perusahaan, namun di satu sisi menjaga supaya lingkungan tetap lestari. Oleh sebab itu, ikuti langkah yang telah dilakukan ini sebagai salah satu upaya menjaga bumi tetap hijau. Jadilah salah satu penggerak iklim positif di bumi Indonesia, dengan penggunaan bahan bakar energi yang ramah lingkungan!